Tampilkan postingan dengan label aneh tapi nyata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aneh tapi nyata. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 September 2014

Bingung ya

Apabila kepala desa hasil pelkades berhalangan, atau meninggal maka suara terbanyak kedua pada pilkades menggantikan posisinya sebagai kepala desa sampai dengan maja jabatan kepala desa, (kebanyakan perda pilkades demikian) tetapi untuk presiden bukan suara terbanyak kedua tetapi wakilnya menggantikan presiden yang berhalangan atau meninggal itu.
Jika lima tahun kedepan atau kurang dari itu diadakan pemilu presiden RI lagi , maka tiap partai yang memiliki hak mendaftar calon presiden (15 %suara) sama-sama memiliki peluang. Koalisi partai pun akan berubah.

Ada-ada saja Ketua Partai 'a dukung partai 'b

Hanya ketua partai dungu yang membesarkan partai orang lain tanpa membesarkan partainya sendiri

koalisi senasib

Kekuatan koalisi merah putih di parlemen adalah kekuatan psikologis yakni memiliki perasaan sama-sama gagal mengusung presiden masing-masing, bukan kekuatan visi apalagi kekuatan faham partai

"Kacang lupa kulitnya"

"Kacang lupa kulitnya" itulah anggota DPR , mereka tidak tahu harus berterima kasih pada siapa sampai mereka duduk menikmati fasilitas dan pendapatan seperti sekarang ini

Minggu, 10 Maret 2013

INDONESIA NEGERI ANEH, KORUPSI DIPELIHARA


INDONESIA NEGERI ANEH, KORUPSI DIPELIHARA


Mahfud Md: Anas dan Andi Tidak Ditahan Tak Apa-apa


Tempo.co


NEGERI ANEH !

Ucapan seorang Mahfud Md. yang duduk menjadi ketua Mahkamah konstitusi Indonesia. Inilah Indonesia negara yang dikelola oleh orang-orang keblinger. Dibalik jeruji pejara, saudara kita mencengkeram jeruji hingga tangannya berdarah dengan gigi gemeretak, mendengar kata-kata Ketua Mahkamah Konstitusi yang demikian itu. Ironis sekali. Bandingkan dengan mereka yang hanya "maling ayam" ia menjalani hukum sebagai warganegara yang menerima hukum yang berlaku.

Kamis, 25 Oktober 2012

GAJI INGIN BESAR TAPI KERJA CIMIT-CIMIT

Orang Indonesia itu kerja "cimit-cimit" (sebentar-sebentar istirahat dan sungkan memberikan sumbangan tenaga) begitu pula yang bekerja pada negara, apa pun sebutannya/profesinya , dengan menggantungkan gaji dari pemerintah. Namun anehnya gaji ingin besar. Lihat aja PNS, Karyawan BUMN/BUMD, Anggota DPR/DPRD, dan lain-lain semua dari mulai tingkat yang paling bawah sampai mentri selalu yang dibicarakan adalah aji dan gaji.
   Ini adalah ciri-ciri negara mau bangkrut! Ibarat sebuah perusahaa, jika uang untuk membayar gaji karyawan bersumber dari hutang , bukan dari keuntungan, maka tunggu tanggal mainnya. kebangkrutan!
   Dan anehnya lagi sadar bahwa kerja belum maksimal, tapi pengennya gaji besar. Contohnya adalah para anggota DPR/MPR, Kejaksaan Agung, Kemendikbud, Kemenag, dan departemen lainnya yang tak ada gregetnya dan cuma benalu beban negara.

Jumat, 17 Agustus 2012

67 Merdeka , Negeri Miskin Prestasi Olah Raga

Prestasi olah raga Indonesia dalam era SBY ini merupakan prestasi terpuruk dalam sejarah olah raga Nasional, terutama prestasi olah raga di event-event internasional. Namun anehnya Presiden yang  terkenal lamban mengambil keputusan ini malah membiarkan prestasi olah raga kita merosot dan membiarkan mentri yang menangani olah raga di Indonesia yang banyak "bacot" (istilah preman) nyerocos menutupi kinerjanya yang gagal.

Rabu, 04 Juli 2012

RAKYAT INDONESIA TERLAMBAT 30 TAHUN

 Ini masalah memilih calon pemimpin esekutif, baik Bupati/wali-kota, Gubernur, Maupun Presiden. Khusus memililih calon bupati/walikota atau gubernur, ternyata kita terlambat 30 tahun. Kenapa demikian, kita masih berada pada pemilian kuantitas bukan kualitas. Seperti masih senang memilih calon legeslatif dari kalangan artis. Di saat negeri negeri maju memilih pemimpin pada tataran kualitas dalam arti pemimpin yang mampu dibidangnya, kita malah senang memilih orang yang populair seperti dari kalangan artis. Di Amerika hal ini pernah terjadi pada tahun 80-an dikala Ronald Reagan yang karena gantengnya dipilih sebagai presiden.Jadi masyarakat kita memang masih tertinggal 30 tahun.

Selasa, 26 Juni 2012

SUMPAH JABATAN ORANG INDONESIA ITU SUMPAH-SUMPAHAN

Sudah sejak lama sumpah orang Indonesia itu dipertanyakan mau tahu buktinya? Yakni pada orang-orang yang melakukan sumpah jabatan. Jangankan pada jabatan pegawai negeri yang tanpa jabatan tetapi justru pada para penegak hukum, meski tidak semua, tetapi betapa anehnya ketika kita melihat beberapa kasus korupsi menimpa pada Anggota DPR, Bupati, Gubernur, Menteri, para Pejabat Negara,Gubernur Bank, bahkan pernah pula   pada jabatan hakim, jaksa, jaksa agung, samapai KPK, nah jika demikian sebaiknya format apa yang harus diberikan pada mereka sebelum memangku jabatan. Jika sumpah menurut agama itu tak mempan, maka agaknya perlu mencari format baru selain bersumpah.

Selasa, 22 Mei 2012

JALAN ASPAL KIAN SEDIKIT DIGANTI COR-CORAN

Penulis tidak tahu perbandinan proyek jalan dengan batu aspal dan proyek jalan dengan besi cor besar mana anggarannya. Namun Anda akan ingat jika waktu disekolah dipelajari bahwa Indonesia merupakan penghasil aspal dunia. Kemana produk aspak kita? Ga tau. Jalan yang terbuat dari besi cor memang evesien tapi aspal kita kemana?

TUNJANGAN LEBIH BESAR DARIPADA GAJI

Yang namanya tunjangan berarti lebih kecil dari kekuatan diri , pokok, atau dari yang utama. Asal katanya  dari kata "tunjang". Namun negeri ini pancen negeri aneh.Gaji justru lebih kecil daripada tunjangan, contonya di Anggota DPR/DPRD, Bupati/Walikota, Gubernur, Presiden, KPK, BPK, Guru PNS juga banyak lagi. Pantas anggaran pendapatan dan belanja negara slalu timpang.

WAJIB BELAJAR 9 TAHUN KEBIJAKAN YANG KELIRU

INILAH NEGERI ANEH
Sudah jelas dalam UUD 1945 berbunyi Mencerdaskan kehidupan bangsa yang artinya bangsa Indonesia tanpa membedakan usia, suku, atau ras (bangsa dalam arti waranegara Indonesia) harus cerdas dan dicerdaskan. Eh dasar negeri aneh Pemerintah Indonesia sendiri tidak menghargai UUD 1945 malah membuat aturan Wajib Belajar cuma 9 tahun. Kenapa gak seumur hidup. Bukankah menuntut ilmu sepanjang hayat? Pantas cuma belajar 9 tahun, setelah itu ga blajar lagi, jadi ya seperti saya ini masih bodoh dan dungu.