Sabtu, 30 Juni 2012

UUD 1945 DIREVISI, NAMUN MENYESALI REVISI ITU.

INILAH Indonesia, UUD kita direvisi oleh wakil kita di DPR, namun setelah itu kita menyesali revisi itu. Jadi yang menghendaki revisi siapa ? Anggota DPR yang mewakili rakyat yang berarti juga rakyat, atau siapa?

Selasa, 26 Juni 2012

SUMPAH JABATAN ORANG INDONESIA ITU SUMPAH-SUMPAHAN

Sudah sejak lama sumpah orang Indonesia itu dipertanyakan mau tahu buktinya? Yakni pada orang-orang yang melakukan sumpah jabatan. Jangankan pada jabatan pegawai negeri yang tanpa jabatan tetapi justru pada para penegak hukum, meski tidak semua, tetapi betapa anehnya ketika kita melihat beberapa kasus korupsi menimpa pada Anggota DPR, Bupati, Gubernur, Menteri, para Pejabat Negara,Gubernur Bank, bahkan pernah pula   pada jabatan hakim, jaksa, jaksa agung, samapai KPK, nah jika demikian sebaiknya format apa yang harus diberikan pada mereka sebelum memangku jabatan. Jika sumpah menurut agama itu tak mempan, maka agaknya perlu mencari format baru selain bersumpah.

Sabtu, 23 Juni 2012

SWASEMBADA PANGAN DISEPELEKAN

PEMERINTAH SBY sekarang ini , bahkan sejak periode pertama presiden SBY , terliat menyepelekan swasembada pangan rakyat. Dari 200 jt penduduk Indonesia saat ini pangan rakyat masih menggantungkan dari impor beras luar negeri, bakan prosentasenya makin bertambah. Buktinya cek aja beras miskin (raskin), dan beras di pasar-pasar rakyat. Tak perlu melihat laporan angka berapa impor beras Indonesia saat ini. Padahal kita tahu ketahanan pangan adalah ketahanan negara. Dalam ilmu peperangan, misalnya, lumbung perbekalan pangan juga merukakan penentu kemenangan. Nah jika demikian sangat gampang melumpuhkan Indonesia tercinta ini. Sedikit saja embargo impor beras ke Indonesia, maka lumpuhlah Indonesia. Nah.

Jumat, 08 Juni 2012

ANAK-ANAK YOGYA TIDAK BOLEH BERCITA-CITA MENJADI GUBERNUR JOGYAKARTA



Dalam sebuah Taman Kanak-kanak, terjadi tanya jawab antara Bu Guru dan muridnya.
   "Siapa yang bercita-cita jadi Bupati?!"  kata Bu Guru.
   "Saya , BU ! " jawab beberapa anak serempak. Kemudian Bu Guru bertanya lagi.
   "Siapa yang bercita-cita jadi Gubernur?!" kata Bu Guru. Murid satu kelas itu diam dan kelas menjadi hening.
    "Saya Bu!" kata seorang anak, "Tapi saya bercita-cita jadi Gubernur Jawa Tengah!"
     Bu Guru yang cerdas itu tersenyum. Dalam hatinya ia berkata bawa anak-anak terbelenggu bercita-cita menjadi Gubernur DIY.

JANGAN MEMBUAT MOBIL INDONESIA



Ketika sebuah SMK mencoba membuat mobil sendiri, Pemerintah kita tidak seperti pemerintahan di negara-negara lain, dimana setiap penemuan baru yang ditemukan oleh rakyatnya diberikan perlakuan istimewa. Bukan tidak mungkin dari penemuan itu membawa nama negara termashur dan menjadi kebanggaan bangsa.
    Di Indonesia terjadi sebaliknya. Jangan membuat mobil sendiri ya, beli aja kan mudah, lansung pakai. 

TABUNG GAS PETANI MISKIN KEMANA?



Beberapa tahun lalu, sebelum pemerintah menghilangkan minyak tanah bersubsidi bagi rakyat, Pemerintah membagi-bagikan tabung gas pada petani dan penduduk miskin untuk prioritas utama. Namun apa yang terjadi selang setengah tahun silakan Anda survai , tabung gas di para petani dan rakyat miskin itu sudah tidak ada lagi.
Kini yang tampak tabung gas itu bertumpuk di para pengusaha penyalur gas. Jadi Pemerintah bukannya memberikan kesejateraan rakyat miskin, tetapi sebaliknya memberi peluang pengusaha penyalur gas. Konon katanya tabung gas yang diterima rakyat itu dibeli dengan harga Rp 25.000,- sampai Rp 50.000,-. 

DKI , MANA YANG LEBIH PENTING, JALAN ATAU KESEJATERAAN PENDUDUK



Jakarta itu keliru,bandingkan  jumlah antara penduduk, ruas dan badan jalan, pasar dan pertokoan , rumah penduduk/pemukiman , dan perkantoran pemerintah dan swasta dengan luas wilayah DKI Jakarta.
     Jumlah kepala keluarga idealnya sama dengan jumlah rumah penduduk. oleh karena masih banyak yang tidak tidur dirumah, tidak punya rumah, tidak pulang ke rumah karena tidak punya rumah, dan tidak munkin di rumah, atau tidak betah dirumah, maka jangan harap menjadi Jakarta yang damai. Karena itu pemukiman penduduk menjadi nomor satu. Namun keliru, kesejateraan penduduk di nomor-duakan. Bahkan oleh calon-calon gubernur, jadi kedepan tetep seperti itu semrawut.