Jumat, 08 Juni 2012

KOPERASI INDONESIA SAPAI KAPAN PUN BEGITU-GITU AJA



Mau tau penyebabnya? Ceritanya Pemerintah mendorong kemajuan koperasi. Diberikanlah dana tapi bentuknya pinjaman bergulir, pinjaman lunak, kredit koperasi. Sudah itu ia melakukan penilaian atas koperasi berupa akreditasi koperasi, dalam penilaian ini yang ga bisa mengembalikan pinjaman dicap terakreditasi rendah atau C / D dan tidak dapat meajukan tambahan atau mengajukan kredit lagi. Bukan malah dibina eh malah "dibinasakan". Jadi sampai kapan pun koperasi ya begitu-gitu saja.

DIREBUT DAN DI LEPAS SENDIRI



Tidak mengurangi hormat kepada BJ Habibie, Presiden ketiga. Soeharto patut diacungi jempol dalam hal perluasan wilayah NKRI. Timor Leste masuk kepangkuan republik kita 1975. Tak sedikit jumlah korban dari TNI dalam operasi Seroja. BJ Habibie yang konon anak emas Soeharto, mahaputra terbaik, dan populair karena otaknya sebagai penemu sala satu disiplin ilmu pesawat terbang itu melepaskan apa yang direbut oleh pendahulunya. Propinsi yang sudah sah menjadi kesatuan NKRI dan merupakan propinsi terakhir kala itu dilepas begitu saja. Apapun alasannya
betul-betul lucu. Dikala bangsa lain di seluruh dunia pun menginginkan wilayah yang luas untuk generasinya. Seperti "Bapaknya ngumpulin harta anaknya foya-foya".

PEDAGANG KAKI LIMA DITERTIBKAN, PASAR RAKYAT DIBANGUN TAPI BUAT YANG ORANG KAYA AJA/PENGUSAHA



Pertanyaannya, begini kalau pasar rakyat untuk siapa? tentu untuk rakyat kan. Rakyat itu siapa? ya termasuk pedagang kaki lima. "Kalau dibangun nanti untuk siapa?" untuk siapa ya?, "untuk pengusaha dong."

PRESIDEN BEGO APA PURA-PURA BEGO



Ngomong ini itu tentang hemat BBM, kendaraan mewah pake premium non subsidi, harga BBM dinaikan. Emangnya rakyat ga tau ya? setiap bulan jutaan barel minyak kita diekspor ke luar negeri . Kendaraan mewah diproduksi, dan ada yang diimpor dari luar negeri untuk para pejabat pemerintahan. 

MERUBAH BUMN MENJADI PT.



Kebijakan konyol terjadi manakala pada saat itu Pemerintah merubah Badan Usaha Milik Negara menjadi PT. Yang hanya untuk mempermudah pundi-pundi pejabat negara. Kini rakyat ga lagi bangga negaranya punya ini itu, tapi hanya menelan air liur. Kata orang Pertaminanya siapa? Kereta Apinya siapa? Perkebunannya siapa?
kapal Pelninya siapa? Garudanya siapa? Telkomnya siapa? dan lain-lain. Bukan apa-apa sebabnya, sebab yang bekerja di sana, meski masih milik negara, tapi mereka menganggap tidak bekerja pada perusahaan milik negara atau perusahaan milik rakyat.

Universitas Terbuka juga sama saja.



Banyak orang yang tidak berkesempatan memasuki perguruan tinggi disebabkan karena kesulitan biaya untuk menempuh pendidikan itu. Maka pemerintah mendirikan Universitas Terbuka, dengan maksud agar mereka yang tidak berke-sempatan itu dapat belajar mandiri di tempat tinggalnya sambil bekerja. Namun apa yang terjadi dalam perjalanannya kini Universitas Terbuka sama juga dengan universitas pada umumnya

KOK GAK BOLEH BERKREATIVITAS?

Kalau ga lucu ya bukan Indonesia. Di era pasar bebas sekarang ini kelihatannya Indonesia lebih memilih menjadi negara konsumen ketimbang sebagai negara produsen. Pokoknya lebih baik membeli dari pada membuat sendiri. Hal produk apa aja-lah. Mobil, jangan dibuat sendiri, beli aja, dan jangan coba-coba membuat meskipun bisa membuatnya. Oli sintesis jangan dibuat sendiri, dan jangan coba-coba membuat oli dari bahan sintesis. Alat-alat persenjataan jangan buat yang canggih, beli aja dari luar. Sepeda motor juga jangan coba buat sendiri, kalau maksa dijamin ga diberi pangsa pasar domestik. Jadi apa yang boleh?
   Nah yang boleh dibuat sendiri adalah : dokar, gula aren/kelapa, golok atau parang alat pertanian, dan makanan tradisional.